Petani di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memahami dan mengatasi dampak perubahan iklim, terutama di wilayah pesisir, gambut, dan lahan kering. Untuk menjawab kebutuhan ini, proyek Land4Lives membentuk kelompok belajar pertanian cerdas iklim di tiga provinsi sebagai sarana peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan penyebarluasan praktik adaptif. Kelompok ini dibentuk secara sukarela dan partisipatif, dengan prinsip kesetaraan gender dan gotong royong, serta diarahkan untuk mencetak petani unggulan (farmer champion) yang dapat menjadi agen perubahan. Proses pembentukan melibatkan identifikasi kelompok lokal, lokakarya desa, penyusunan rencana kerja, dan komitmen bersama untuk pelatihan berkelanjutan, guna memperkuat ketahanan penghidupan petani terhadap kejadian iklim ekstrem. |