Buku Profil Desa Bone ini merupakan hasil kajian penghidupan masyarakat di Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang disusun oleh World Agroforestry (ICRAF) melalui proyek Land4Lives dengan dukungan pemerintah Kanada. Data dikumpulkan pada Oktober 2022 melalui diskusi kelompok terpumpun dan wawancara terhadap 30 rumah tangga kunci sebagai survei awal sebelum intervensi proyek. Kajian ini menganalisis lima modal penghidupan (sumber daya manusia, finansial, fisik, sumber daya alam, dan sosial) yang menunjukkan skor total 3,48 dari nilai maksimal lima, dengan modal finansial sebagai yang tertinggi berkat program pendanaan pemerintah desa melalui kelompok tani, sementara modal sosial menjadi yang terendah. Desa Bone menerapkan sistem usaha tani berbasis kebun campur (jagung, labu lilin, dan kacang tanah) sebagai komoditas utama, didukung oleh peran aktif perempuan di hampir seluruh tahapan pertanian. Masyarakat menghadapi berbagai guncangan (shocks) seperti kekeringan panjang, serangan hama, dan penurunan harga komoditas, yang dirasakan oleh 93,3% rumah tangga sebagai gangguan signifikan terhadap penghidupan mereka. Tantangan utama meliputi akses jalan yang buruk, ketergantungan pada tengkulak dalam pemasaran hasil panen, penggunaan sistem tebas bakar, serta minimnya adaptasi terhadap perubahan iklim. Berdasarkan analisis SWOT, buku ini merumuskan empat kategori strategi peningkatan penghidupan berkelanjutan, yaitu strategi agresif, pengkayaan, turnaround, dan defensif, yang mencakup penguatan kapasitas kelompok tani, pengembangan BUMDes, penerapan pertanian cerdas iklim, perbaikan infrastruktur, serta penguatan peran perempuan dan pemuda dalam kegiatan ekonomi dan sosial desa. |