Buku "Profil Desa Oe'ekam" menyajikan analisis komprehensif mengenai karakteristik penghidupan masyarakat di sublanskap Daerah Aliran Sungai (DAS) Noelmina dan Benain, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dokumen ini disusun untuk mengidentifikasi tingkat modal penghidupan, mendeskripsikan sistem usaha tani, serta merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim. Berdasarkan penilaian tingkat akses modal penghidupan, masyarakat Desa Oe'ekam memiliki keunggulan utama pada penguasaan modal fisik dan modal sumber daya alam yang sangat baik, didukung oleh peran aktif pemerintah desa serta kepatuhan masyarakat terhadap adat istiadat setempat. Namun, desa ini masih menghadapi tantangan pada rendahnya modal sumber daya manusia akibat minimnya penyuluhan pertanian dan pelatihan usaha dalam beberapa waktu terakhir. Mayoritas penduduk menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian berbasis lahan kepemilikan pribadi atau sewa, dengan sistem usaha tani utama mencakup kebun campur (jagung, kacang nasi, kacang hijau, dan kacang tanah) yang diusahakan di kebun dan pekarangan, serta komoditas unggulan lain seperti cabai, pinang, asam, tomat, dan sawi hijau. Praktik pertanian setempat dihadapkan pada berbagai kendala struktural maupun lingkungan, termasuk keterbatasan ketersediaan air dan sistem irigasi, fluktuasi harga pasar yang tidak stabil, ketergantungan penjualan pada tengkulak, akses jalan dan jaringan komunikasi yang buruk, serta kerentanan wilayah terhadap ancaman bencana angin puting beliung, kekeringan panjang, dan serangan hama. Melalui pendekatan analisis SWOT, dokumen ini merekomendasikan empat strategi utama guna mengoptimalkan ketahanan penghidupan masyarakat yang mencakup strategi agresif, pengkayaan, turnaround, dan defensif. Secara keseluruhan, implementasi strategi tersebut ditekankan pada pentingnya kolaborasi multipihak serta peningkatan peran aktif perempuan dan pemuda dalam setiap tahapan pengambilan keputusan demi mencapai kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi jangka panjang. |