Buku "Profil Desa Pusungnge" menyajikan analisis komprehensif mengenai karakteristik penghidupan masyarakat di sublanskap Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae daerah tengah, hilir, dan pesisir, tepatnya di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Dokumen ini disusun untuk mengidentifikasi tingkat modal penghidupan, mendeskripsikan sistem usaha tani dan perikanan tambak, serta merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim. Berdasarkan penilaian tingkat akses modal penghidupan, masyarakat Desa Pusungnge memiliki keunggulan utama pada penguasaan modal finansial yang baik (didukung oleh akses program KUR, kartu KUSUKA bagi pelaku perikanan, serta pinjaman dari pedagang lokal), namun masih menghadapi tantangan pada rendahnya modal sosial. Sebagai desa pesisir, mayoritas penduduk menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan tambak dan pengelolaan sumber daya pesisir, dengan sistem usaha tani utama berupa budidaya tambak bandeng campur, tambak udang vanamae, kepiting, serta pengolahan sango-sango. Praktik penghidupan setempat dihadapkan pada berbagai kendala struktural maupun lingkungan, termasuk minimnya penyuluhan dan pelatihan perikanan akibat sulitnya akses transportasi menuju desa, keterbatasan ketersediaan bibit dan alat tangkap (seperti jaring), ketiadaan standar harga pasar resmi yang transparan, tingginya ketergantungan pada pengepul, serta kerentanan wilayah terhadap fluktuasi kualitas air tambak, angin puting beliung, banjir bandang, dan kekeringan ekstrem. Melalui pendekatan analisis SWOT, dokumen ini merekomendasikan empat strategi utama guna mengoptimalkan ketahanan penghidupan masyarakat yang mencakup strategi agresif, pengkayaan, turnaround, dan defensif. Secara keseluruhan, implementasi strategi tersebut ditekankan pada pentingnya kolaborasi multipihak serta peningkatan peran aktif perempuan dan pemuda dalam setiap tahapan pengambilan keputusan demi mencapai kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi jangka panjang. |