| Abstract: |
| Publikasi ini menyajikan data perbandingan persentase kandungan vitamin A yang tersisa pada berbagai bahan pangan setelah melalui proses perebusan, penggorengan, dan pemanggangan (oven). Data tersebut menunjukkan bahwa secara umum, proses pengolahan berdampak pada penurunan kadar vitamin A, dengan tingkat kehilangan (susut gizi) yang bervariasi tergantung pada jenis bahan makanan dan metode masaknya. Sebagai contoh, pada bahan pangan hewani seperti daging dan unggas, sekitar 45% kandungan vitamin A akan hilang tanpa memandang apakah bahan tersebut direbus, digoreng, atau dipanggang. Namun, pada serealia (seperti beras dan tepung), proses penggorengan dan pemanggangan (oven) dapat mempertahankan hingga 90% vitamin A, sedikit lebih baik dibandingkan metode perebusan yang hanya menyisakan 80%. |
|