ICRAF Publication Detail Page

Publication Details

Booklet
BL00692-26
TitleSuplemen Taklimat Edisi Bentang Lahan #07 - Sublanskap yang Terlindungi, Produktif, dan Berkelanjutan Melalui Tata Kelola Kehutanan yang Efektif, Kolaboratif, dan Inovatif - Rencana Pengelolaan Sublanskap Muara Merang-Kepayang
Year2026
Call NumberBL00692-26
Abstract:
Membentang seluas 139.999 hektare di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sublanskap Muara Merang-Kepayang merupakan area vital yang didominasi oleh belukar rawa dan kawasan hutan produksi bergambut. Meskipun memiliki nilai ekologis tinggi dan potensi area Perhutanan Sosial yang menjanjikan (dengan areal pencadangan mencapai 21.877 ha), lanskap ini saat ini berada dalam bayang-bayang krisis lingkungan dan sosial. Lemahnya kapasitas kelembagaan memicu maraknya alih fungsi lahan dan pembalakan liar yang berujung pada tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta degradasi masif ekosistem gambut. Merespons kerentanan tersebut, CIFOR-ICRAF melalui program Land4Lives memfasilitasi dialog multipihak yang melibatkan KPH Lalan Mendis, pemerintah desa, kelompok tani, hingga pihak swasta untuk merumuskan cetak biru Rencana Pengelolaan Sublanskap guna mewujudkan kawasan yang "Terlindungi, Produktif, dan Berkelanjutan". Rencana tata kelola kehutanan ini didukung oleh 4 pilar strategi intervensi utama. Pertama, mitigasi dan pengelolaan risiko karhutla terpadu—melalui patroli gabungan dan pembuatan sekat kanal di area seluas 81.773 ha—yang ditargetkan mampu meniadakan titik api (zero fire) pada tahun 2036. Kedua, perlindungan ketat terhadap area bernilai konservasi tinggi (100% bebas eksploitasi) guna memulihkan koridor keanekaragaman hayati satwa. Ketiga, optimalisasi pemanfaatan lahan melalui perluasan izin Perhutanan Sosial dan skema Perhutanan Desa. Keempat, penguatan ekonomi masyarakat melalui model bisnis agroforestri (seperti karet, kopi, madu budidaya, dan buah-buahan lokal) serta perdagangan karbon yang diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan warga hingga 40% dalam 10 tahun ke depan. Implementasi yang sukses dari seluruh agenda ini sangat bergantung pada integrasi rencana ke dalam dokumen kebijakan daerah (RPJMD/RPHJP) serta dukungan pendanaan lintas sektor.
Download file(s): Click icon to download/open file.
  File Size Description
download file 4925 KB Softcopy
Viewed in 1 times. Downloaded in 1 times.