| Abstract: |
| Program Perhutanan Sosial (PS) memainkan peranan esensial dalam membuka akses lahan secara legal bagi masyarakat sekitar hutan untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. Di Provinsi Sulawesi Selatan, meskipun potensi lahan PS berdasarkan Peta Indikatif (PIAPS V) sangat besar—yakni mencapai 279.286 hektare—laju perizinannya masih terkendala oleh kesenjangan informasi, minimnya pemahaman masyarakat, serta keterbatasan tenaga pendamping. Menjawab tantangan tersebut, Sistem Informasi Akses Lahan Mendukung Percepatan Perhutanan Sosial (SiAlam) dikembangkan sebagai perangkat digital yang inovatif. Platform ini dirancang tidak hanya untuk memberikan kepastian informasi tata ruang, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan agar dapat memilih skema PS yang tepat sasaran, baik itu Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Kemitraan Kehutanan, maupun Hutan Adat.
Platform SiAlam memandu masyarakat secara komprehensif melalui dua modul utama yang saling terintegrasi. Modul pertama merupakan instrumen Rekomendasi Skema PS yang mengarahkan pengguna melalui tiga tahapan sistematis: analisis spasial berbasis pemetaan interaktif, penapisan kriteria sesuai dengan regulasi Permen LHK No. 9 Tahun 2021, serta penentuan preferensi skema secara objektif menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Setelah menentukan skema yang paling sesuai, pengguna akan diarahkan ke Modul kedua, yakni Prasyarat Pengajuan PS berbasis e-learning (Moodle). Modul ini berfungsi sebagai sarana pendampingan virtual yang memungkinkan masyarakat mempelajari regulasi secara mandiri, berdiskusi dengan pendamping materi, serta mengunduh dan menyusun dokumen persyaratan secara online sebelum mengajukannya secara resmi. Dengan demikian, kehadiran SiAlam diharapkan mampu mengefisienkan waktu dan biaya pengurusan administrasi sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam program Perhutanan Sosial. |
|