| Abstract: |
| Dokumen ini menawarkan solusi inovatif bagi petani dalam menghadapi tantangan kekeringan ekstrem akibat perubahan iklim, khususnya dalam budidaya tanaman sayuran. Mikoriza, sebagai jamur yang bersimbiosis mutualisme dengan akar tanaman, terbukti secara ilmiah mampu memperluas jangkauan penyerapan air dan nutrisi hingga ke pori-pori tanah terkecil (mikro). Pengaplikasian mikoriza tidak hanya membuat tanaman lebih tahan terhadap stres air pada musim kemarau, tetapi juga melindunginya dari patogen, memperbaiki struktur tanah, serta merangsang produksi hormon pertumbuhan alami (sitokinin dan giberelin).
Lebih jauh, pedoman ini membekali petani—baik laki-laki maupun perempuan—dengan teknik perbanyakan mikoriza secara mandiri dan murah, sebagai alternatif produk pupuk hayati komersial yang mahal. Dengan menggunakan metode sederhana berbahan dasar pasir, tanah steril, dan tanaman inang seperti jagung, petani dapat memproduksi mikoriza sendiri. Efektivitasnya dibuktikan melalui riset kolaboratif antara Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan dan ICRAF di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan; di mana kombinasi pemberian 20–30 gram mikoriza per tanaman sawi hijau yang dipadukan dengan irigasi kapiler (berbahan botol bekas) secara signifikan meningkatkan kesegaran daun, berat akar, serta efisiensi penggunaan air. Inovasi Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture) ini memberdayakan petani untuk beradaptasi dengan keterbatasan sumber daya air sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga. |
|